Wednesday, August 30, 2006

The Great Holiday Ever !! (3)

Hari selasa hari ketiga.
Ini dalah hari yang sangat sibuk. Kami merencanakan pergi ke tiga tempat. Semuanya di Jurong. Pagi-pagi setelah sarapan, setelah Ayah pergi training, kami bertiga bergegas ke stasiun MRT. Kami melawan arus pekerja Singapore yang berbondong-bondong ke kawasan business.
Kami justru ke pinggir kota. Ke kawasan Jurong.Pertama kami ke Jurong Bird Park. Anak-Anak senang naik monorel yang membawa kami keliling area. Menoleh kiri kanan. Berkomentar. Ketawa ketawa liat koleksi yang ada disana.

Kami juga masuk ke wahana yang unik. Tempat Pinguin yang sedingin kutub, tempat Elang yang liar dan buas, tempat Burung Hantu dan burung malam lain yang dibuat gelap gulita seperti malam hari. Aim tanya "yang mana burung hantunya Harry Potter?" :-D

Terakhir kami melihat atraksi Bird Show di Amphi teather. Hampir samalah dengan atraksi di Taman Safari Indonesia. Walau bahasa pengantarnya English, tapi Iqbal tetap antusias menonton.Hanya Aim yang a little bit boring.

Lalu kami naik taxi ke Snow City. Snow city adalah bagian dari Singapore Science Center. Merupakan suatau tempat rekreasi yang didesign seperti dikutub.Padahal konsepnya lebih mirip kulkas raksasa . Suhunya dibawah NOL derajat . Dimana-mana es. Untuk masuknya saja harus meminjam jaket, celana panjang dan sepatu khusus. Ini pengalaman yang istimewa buat Aim dan Abang yang selama ini hanya melihat salju di film teve.

Di snow city mereka main dengan orang-orangan salju. Iqbal iseng memasukan salju ke jacket Bunda. Dia ketawa senang melihat Bunda panik kedinginan, Mereka ketawa-tawa Saling lempar gumpalans salju. Sebetulnya ada kesempatan meluncur di lereng salju buatan, tapi Bunda tidak mengijinkan anak-anak ikut. Takut cedera. Bermain dengan salju sajapun mereka sudah sangat exicited.

Bunda sudah bosan dan kedinginan. Sudah nyaris satu jam tapi anak-anak masih juga betah.sampai akhirnya sepatu booth Aim copot. Dia menginjak lantai es yang pastinya luar biasa dingin. Dia menangis. Minta digendong. Bunda merasa cukup sudah. Kami lalu keluar. Kembali ke realita bahwa kami penghuni negri tropis katulistiwa. No more snow boys!!

Kami makan siang di McDonals yang tersedia di komp Science Center. Bunda heran banyak rombongan anak2 sekolah yang juga makan siang. Rupanya mereka sedang karya wisata kesana. Makin membuat kami penasaran. Apa sih menariknya Science Center??












Kami berjalan kaki ke gedung utama Science Center . Bunda membeli tiket untuk kami bertiga. Bunda menahan nafas saat kami masuk ke dalam. Hebat betul!! Ini adalah tempat anak-anak mengenal Science dengan cara yang menyenangkan. Bermain sambil belajar. Kami menyusuri wahana fenomena fisika. Anak-anak mencoba. Terbahak-bahak melihat lucunya tipuan optikal.










Kami masuk ke stand biologi. Mereka takjub melihat detail tentang panca indra mereka. Ke stand kimia, penerbangan, minyak dan gas bumi, enstein, otomotif, tatasurya dan ugh!! masih banyak lagi. Kami Cuma punya waktu tiga jam sebelum tempat itu tutup. Kami berusaha mengunjungi setiap stand dengan komplit.















Tapi tidak bisa berlama-lama Ada 850 jenis model interaktif yang menggambarkan keajaiban dan keindahan ilmu pengetahuan.Bunda sampe kehausan karena harus mentranslate banyak keterangan yang ditulis disitu.Anak-anak melihat patung Enstein. Melihat sample otak manusia. Mereka kagum melihat mesin jet sumbangan Boeing yang dipamerkan disana. Sungguh pengalaman yang luar biasa!!




















Lima belas menit terakhir dihabiskan di waterwork. Mereka berbaur dengan anak-anak sekolah singapore yang sedang study tour disana. Bermain air sambil belajar, bagaimana konsep pelangi. Bagaimana konsep hujan. Konsep embun dan masih banyak lagi.Mereka basah kuyup. Untung Bunda selalu menyiapkan baju ganti dalam ransel. Well, tiga jam rasanya kurang. Kayaknya butuh waktu seharian untuk mengesplorasi dengan detail setiap wahana yang ada disana.










Menurut Bunda Singapore Science Center adalah tempat yang benar-benar hebat! Duh ?! kapan ya Jakarta punya tempat seperti ini ??

Ini adalah hari yang paling melelahkan. Setelah naik MRT dengan jarak tempuh panjang, kami sampai juga ke hotel.
Malamnya kami berempat jalan kaki ke Lucky Plaza Orchard. Kami makan malam bersama teman kuliah Bunda -Oom Ananta. Kami lanjut ngobrol di Orchard Road. Saat itu memang upcoming Christmas 2005. Hiasan lampu dan pohon natal raksasa dimalam hari mempercantik kawasan shopping yang terkenal itu .

Tuesday, August 29, 2006

The Great Holiday Ever !! (2)

Hari senin hari kedua.
Pagi-pagi Ayah berangkat training di hotel yang sama. Bunda dan anak-anak ikut city tour naik bis. Banyak hal menarik yang disampaikan pemandu wisata kami, tapi karena Iqbal dan Aim nggak ngerti English- mereka tidak antusias mendengarkan. Mereka duduk berdua sambil ketawa-tawa sendiri.
Bunda mengawasi dari kusi lain di seberang mereka. Kami mampir ke ke tempat-tempat menarik. Merlion Park, Little India, China Town, Botanical Garden, Mariaman Temple. Anak-anak memang terlihat bosan. Tour ini kurang seru buat mereka. Hanya saja dengan ikut city tour paling tidak kami melihat keindahan kota Singapore dengan cukup lengkap.














Kami kembali ke hotel. Setelah makan siang Bunda bertanya “kemana lagi kita ?” anak-anak berseru kompak “ Sentosa !!” Walau Bunda mengeluh ... Again ??! tapi Bunda menurutinya. They’re my boss !! Memang tidak cukup hanya sehari ke Sentosa Island.
Kali ini kami naik bus. Di Jakarta anak-anak tidak pernah naik bus. Ini adalah pengalaman pertama naik bus untuk mereka

Kami langsung menuju wahana Volcano Island. Bukannya enjoy dua-duanya malah menangis karena Iqbal pengin masuk sedang Aim takut. Akhirnya Bunda mengajak mereka naik tram pantai. Kereta penumpang gartis yang membawa kami menyusuri pantai-pantai di Sentosa Island. Kami bisa turun dimana pun kami mau. Setelah bosan berkeliling dan melihat-lihat seluruh sudut sentosa dari kereta, akhirnya anak-anak minta turun di pantai. Mereka kembali rukun tertawa-tawa bermain pasir. Bunda cuma mengawas dari jauh sambil membaca.












Setelah cape bermain. Kami putuskan pulang. Kembali naik bus. Gawatnya Aim tertidur di bus!! Aduh ?? gimana nih ?? sampai bis masuk terminal belum juga bangun. Makanya Bunda minta Abang membawa ransel perlengkapan kami yang berat. Sedang Bunda mengendong Aim. Kami sama-sama kepayahan menuju shelter taxi. Untung kami tidak perlu antri lama. Kami segera dapat taxi ke hotel.

Malamnya, sepulang dari training Ayah bertanya “ Mau kemana kita ?” kali ini Bunda yang menjawab "Clarke Quay!!"
“Tempat apa tuh ? “ tanya Iqbal.” Tempat makan di pinggir singapore river, pokoknya bagus deh bang!!”kata Bunda meyakinkan. Anak-anak setuju.

Kami naik taxi ke Clarke Quay. Dimalam hari Clarke Quay memang tempat yang romantis. Sejak pertama kesana, Bunda selalu suka kembali ke Clarke Quay. Kami makan istimewa. Selesai makan kami lalu melihat wahana Bugee Jumping yang ada disitu. Aim dan Abang melongo. Ngeri banget!! Kami cuma nonton. Tidak punya nyali untuk mencoba. Malam sudah semakin larut dan kami segera pulang ke hotel.

Monday, August 28, 2006

The Great Holiday Ever !! (1)

Ke singapore. Ayah dan Bunda sih sudah sering. Sudah bosen!! Tapi anak-anak belum pernah. Makanya saat Ayah ada tiga hari training disana, Desember 2005 kami ikut jalan-jalan ke Singapore.
Antusiasme mulai berasa sejak kami naik Singapore Airlines. Mereka takjub. ”Kok dibelakang tiap kursi ada tevenya ?” begitu tanya Aim.
Hm, Bunda maklum. Selama ini mereka lebih sering merasakan penerbangan domestik kelas ekonomi. Jakarta –Jambi pp.

Begitu sampai di Changi mereka terheran-heran melihat airport yang begitu modern. Bagus dan bersih betul ? Mereka juga heran melihat orang meminum air langsung dari keran. Water tap. Iqbal dan Aim berebut mencoba. Bunda dan Ayah tertawa melihat tingkah mereka yang gumunan.

Hari Minggu hari pertama
Mandarin Oriental hotel masih seperti dulu saat Bunda pernah menginap disitu untuk business trip. Kali ini perjalanan yang berbeda. Bunda ikut Ayah membawa anak-anak pergi berlibur. Koper dibongkar. Perlengkapan dikeluarkan dan dipindah ke dalam ransel.Anak-anak istirahat sebentar sebelum kami memutuskan ke Sentosa Island.

Walau ke Sentosa Island paling seru naik cable car tapi kami tau Iqbal gamang akan ketinggian. Makanya kita pilih naik taxi saja kesana.
Kami mempelajari Map of Sentosa Island. Akhirnya kami putuskan mencoba wahana baru Lugeride. Kami lalu menuju wahana yang terletak diatas bukit. Kami antri untuk naik semacam gokart kecil tanpa mesin . meluncur dari atas bukit yang berkelok-keloak. Kami – lengkap dengan helm- terbagi dalam dua luge. Ayah tandem dengan Aim. Bunda dengan Abang. Dasar Ayah dan Aim seneng ngebut mereka melesat jauh didepan”Bunda nyetirnya kayak nenek-nenek” begitu kata Aim saat kami sampai dibawah. Bunda dan Iqbal cuma bisa ketawa.

Motto dari Luge ride adalah “once never enough” apa maksudnya ? oh ternyata tiap tiket berlaku untuk dua kali meluncur. Hanya saja untuk kembali ke atas bukit kami harus naik skyride. Semacam kursi gantung yang membawa orang yang mau ski ke atas lereng salju. kursi terbuka yang selalu bergerak mengangkut penumpang dari bawah ke atas bukit. Kami putuskan untuk mencoba naik.

Iqbal paling ngeri. Ugh!! Dia nyaris ketinggalan. Dia memeluk Bunda erat-erat sambil memejamkan mata. Bunda dan Ayah bertukar pandang. Sedikit cemas. Ternyata tinggi bener ya ? Cuma Aim yang enjoy. Tanpa takut dia menoleh ke kiri kanan dan bawah. Wah, Aim emang pemberani!!

Akhirnya sampai juga kami ke atas bukit, lalu menikmati kembali serunya kesempatan kedua meluncur dengan lugeride. Keluar dari wahana itu kami tertawa terbahak-bahak, menginggat betapa takutnya saat naik Skyride.

Hari semakin sore. Kami merencanakan melihat Musical Fountain yang spektakuler. Masing-masing Bunda dan Ayah sudah pernah melihat. Kami tau ini atraksi luar biasa yang tidak boleh dilewatkan.
Kami menunggu dengan menghabiskan waktu dipantai. Bunda dan Ayah cuma duduk duduk ngobrol. Anak-anak buka baju dan bermain di pantai yang bersih. Saat berbilas Aim jatuh terpeleset. Gubrak!! Untungnya cuma menangis sebentar.Ah, Aim memang jagoan kok!! Setelah itu mereka ganti baju yang kering.
Tiba saatnya melihat Musical Fountain yang terkenal. Walau pertunjukan masih sejam lagi, tapi tempat duduk hampir terisi penuh. Saat pertunjukan dimulai tempat sudah begitu sesak.

Seperti yang sudah kami duga Musical Fountain ini memukau anak-anak. Pemainan sinar laser dikombinasikan dengan air mancur dan animasi computer yang di projeksikan di air mancur mengundang decak kagum penonton. Aim langsung jatuh cinta pada Kiki. Mascot Sentosa Island yang menjadi tokoh utama dalam show. Sebelum pulang kami membelikan Aim boneka Kiki untuk kenang-kenangan.

Pulangnya kami naik MRT. Anak-anak –terutama Iqbal – benar-benar takjub. Hebat Betul!!. Kami mengajarinya membaca rute. Mengajarinya membeli ticket lewat mesin otomatis. Walau semua petunjuk berbahasa English Iqbal dengan cepat dapat mengusainya. Iqbal benar-benar kagum pada system MRT. Sampai dihotel kami segera tidur kecapekan Zzz…zZz…zzzz

Sunday, August 27, 2006

Aim dan Mbak Isti

Kejutan!! Mbak Isti datang.
Kali ini dia datang bersama suaminya. Mengantar oleh-oleh. Emping pekalongan favorit Ayah. Mbak Isti cuma mampir sebentar tapi Bunda menahannya “Sebentar, tunggu Aim dulu. Kasihan dia kalo nggak ketemu.”
Bunda meminta Sinta memanggil Aim dan Dion yang sedang main ke rumah Alif di blok belakang.
Dari jauh Aim sudah melihat mbak Isti. Dia menjerit. Berlari dan segera memeluk Mbak Isti. Keliatan banget kalo Aim kangen.
“Mbak Isti..Mbak Isti…kapan kita ke AB ?”
Kami Semua tertawa. Isti kan sudah bukan baby Sitter Aim. Masa masih minta ke AB sama Mbak Isti ? Isti bilang dia dan suami ngontrak dekat sini. Suaminya Office boy seobuah kantor yang tak jauh dari sini.
Aim senang. “mbak Isti, main-main kesini ya” pintanya.
Bunda terharu. Ah Aim emang lengket banget sama mbak Isti.
Bunda bersyukur mbak Isti meninggalkan no handphone dan dia tinggal tidak jauh. Jadi kalo Aim kangen, paling tidak Bunda tau dimana harus mencari mbak Isti :-)

Friday, August 25, 2006

Cemburu Pertama Abang

Kelahiran Aim Februari 2001 memberikan warna baru di keluarga kami. Menghadirkan kesibukan baru yang menghapus rutinitas Ayah Bunda selama ini. Sejak kepulangan dari rumahsakit Bunda tak pernah bosan memandang bayi mungil yang terpaksa lahir dua minggu lebih dini itu.

Awalnya Aim adalah bayi yang tenang dan banyak tidur, tidak seperti bayi Iqbal yang rewel dan selalu membuat heboh, merawat Aim lebih mudah dan menyenangkan, mungkin juga karena Bunda sudah lebih berpengalaman.

Tetapi semua berubah saat Iqbal terserang batuk pilek dan langsung menulari adiknya yang baru berumur sebulan. Tak bisa dihindari, selama ini mereka tidur sekamar. Hari sudah larut saat Bunda sibuk menidurkan Ibrahim. Aim menyusu dengan gelisah, hidungnya penuh lendir, nafasnyanya berat. Sesekali dia batuk dan muntah. Bunda mulai panik menghadapi tangis Aim yang tak juga berhenti. Antara sedih dan bingung. Ayah mengambil alih menenangkan Aim. Bunda duduk di tepi tempat tidur.

Setelah melewatkan beberapa menit untuk diskusi memilih dokter. Kami memutuskan mereka harus dibawa ke dokter Staa besok-ini kondisi mendesak- tidak mungkin lagi mengantri di poli dokter Hari Martono. Kami sepakat, Bunda yang akan mengantar mereka ke RSPI dan Ayah akan menyusul dari kantor.

Saat itu baru kami tersadar, dalam keremangan lampu kamar sepasang mata mungil mengerjap dari sudut tempat tidur.Bunda bertanya heran "Iqbal belum tidur ?" "Kenapa Bang ?" tanya Ayah.
Iqbal berkata dengan suara memelas "Iqbal Iri Ayah dan Bunda ngurus Adik terus" . Kami tersentak. Kami nyaris melupakan dia. Rasa bersalah hadir.

Ayah lalu bilang " Udah Bunda temani Iqbal tidur gih, biar Aim Ayah yang gendong". Bunda beranjak naik ke tempat tidur. Kupeluk Iqbal . Kasihan, dia juga sedang berjuang mengatasi batuk pileknya. Pasti tidak nyaman tidur sendiri. Pengalaman ini memberika pelajaran baru kepada Ayah dan Bunda. Kami harus bersikap adil kepada mereka.

Thursday, August 24, 2006

Aim dan Gokart

Aim dah nggak tertarik naik bombom car. Nggak challenge any more.Aim dan Ayah lalu pergi ke tempat bermain gokart. Dan kali itu Aim nggak mau tandem sama Ayah. Dia minta nyetir ndiri!!

Padahal batas tinggi minimal 120 cm dan Aim baru 118 cm. Itupun dia sudah bongsor untuk anak usia 5,5 tahun. Akhirnya dengan diganjal bantal nyampe juga dia nginjek rem dan gas. Lalu dia pake sarung tangan dan helm. Akhirnya dia bersiap buat nyetir gokart sendiri.

Duh Aim ? Gayanya udah kayak pembalap beneran!! Lucunya dia ngeluh “Ayah, Setirnya berat banget!! Nggak bisa dibelokin. Tangan Aim nggak kuat.”

Makanya sekarang kalo Aim males makan Ayah bilang “hayo makan yang banyak supaya tangannya kuat nyetir Gokart”. Aim langsung nurut :-)

Wednesday, August 23, 2006

Intuisi Bunda

Intuisi Bunda pernah teruji saat Iqbal masih TK. Saat itu Bunda hadir di acara pertemuan orang tua murid di TK Iqbal yang biasa digelar sebulan sekali. Setelah sambutan dan basa-basi yang membosankan selesai kali ini diadakan pembagian hasil test IQ dan EQ yang telah dilakukan beberapa minggu sebelumnya.

Ketika dipanggil nama Iqbal, Bunda bergegas kedepan mengambil hasil, dengan antusias Bunda baca keterangan yang ada. Betapa bangga melihat hasil test IQ yang tertulis… angka-angka yang tertera disana menyatakan bahwa anak ini Superior, diatas normal !! Wah memang hebat anakku.

Begitu sampai hasil test EQ yang banyak mengulas aspek kepribadian kening Bunda berkerut….baris-baris demi baris diteliti…hey…kok rasanya anak yang digambarkan dari laporan itu asing bagi Bunda. Bunda cepat-cepat melihat kembali sampulnya, tertulis nama : M. Iqbal…benar kok ….tapi rasanya ini bukan Iqbalku…. guman Bunda

Mama Hayu yang duduk sebelah Bunda ikut membaca hasilnya. "Hebat ya…"begitu komentarnya ”.Iya sih…..tapi ini bukan Iqbalku”guman Bunda lagi Bunda hampiri Ibu Guru yang tidak sedang sibuk membagikan hasil, "Bu, rasanya ini bukan hasil test anak saya," kata Bunda.

Ibu Guru melihat sampulnya, sedikit terkejut "Aduh mama Iqbal - di sekolah ini semua Ibu dipanggil dengan nama anaknya :-) jangan-jangan ini punya Iqbal TK B (Abang Iqbal saat itu masih di TK A).. saya Ingat….untuk Iqbal TK A saya tulis nama lengkapnya Maulana Iqbal…nah Itu papanya Iqbal (TK B) baru datang……"

Ibu Guru melambai. Papa Iqbal mendekat. Bunda ulurkan hasil yang serba hebat itu padanya. "Maaf ya sudah saya baca duluan… soalnya namanya sama ". Bunda nggak enak hati sebab di sampul laporan tertulis rahasia hanya untuk orang tua murid ybs. Ternyata pembagian hasil yang sudah selesai baru untuk TK B, pantas saja hasil test punya Iqbal(ku) belum ada.

Bunda kembali duduk dengan perasaan lega. Ternyata walau tiap hari Bunda berangkat kantor pagi-pagi dan kembali ke rumah sudah malam, Bunda masih bisa "mengenali" Iqbal(ku). Bunda berharap hal ini bisa terus berlanjut hingga Iqbal berangkat dewasa kelak.

Tuesday, August 22, 2006

Aim Kangen Mbak Isti

Baru 3 minggu mbak Isti resign, Aim sudah kangen.

Dia malas bangun pagi. Dia ogah-ogahan pergi sekolah. Telat mulu. Dia protes kalo Bunda bikinin susu "Nggak enak!! kayak udah basi nih" Bunda ganti bilang "Basi gimana? baru dibikin kok!"
"kalo Mbak Isti yang bikin lebih enak" jawabnya asal.
Ah, Aim memang kangen Mbak Isti.

Hm, memang selama ini Isti yang selalu membuatkan susu di botol Aim. Pagi bangun tidur, siang mau bobo, dan malam sebelum tidur. Nggak enak? paling masalah beda takaran. Atau sugesti doang ? Aim kangen mbak Isti, dan Bunda bingung :-(