Monday, October 08, 2007

Abang dan Pesantren Kilat.

Again?? Yeah kayaknya ini kali ketiga Bunda menulis tentang Abang dan pesantren kilatnya. Hih?? Emang penting?? Kan udah sering…Iya sih…tapi kalo dulu waktu SD pesantren kilat selalu diadakan di antara idul fitri dan idul adha…setelah sekolah di SMP inilah pesantren kilat abang diadakan pas ramadhan.

Berawal dari “ Bunda, Abang beliin baju muslim tiga stell dong, yang dirumah udah pada sempit”
“lho kok beli banyak sekaligus? “ tanya Bunda heran
“Abang mau pergi pesantren kilat… lusa”
“dimana?”
Bogor
Bogor mana persisnya?”
“Parung”
“Berapa lama”
“tiga hari , dua malem. Selasa sampai Kamis”
“Bunda perlu anter?”
“ngak usah… di drop aja di sekolah”
“yakin?”
“Iyalah..temen temen juga gitu”
“perlu Bunda tengok?”
“Nggak lah”

Seninnya Bunda mulai senewen. Apa lagi yang dibutuhkan Bang? Jangan sampai ada yang ketinggalan. Handphone jangan lupa dibawa. Padahal Abang tenang tenang aja. Ayah ketawa “ Selalu gitu deh. Abang mau yang pergi , Bundanya yang panik”. Duh? Gimana nggak cemas ? Abang akan pergi bersamaan dengan Ayah yang akan keluar kota..

Selasa malam. Rumah sepi saat Bunda pulang kuliah larut malam. Aim udah bobo. Abang ikut pesantren kilat di Bogor. Ayah jauh di Surabaya. Bunda berbaring dengan gelisah, membayangkan Ayah akan sahur sendiri. Abang akan sahur sendiri. Duh? Nggak enak betul??

Dua malam berlalu, rasanya lama betul!! Syukurlah kamis pagi Abang menelphon “ Bunda, Oom Heri suruh jemput Abang di sekolah ya” …alhamdulillah..Abang akan segera pulang. Bunda segera berpesan pada supir kami akan permintaan Abang.

Saat Abang udah dirumah Bunda bertanya “ acara di pesantren kilat apa yang berkesan?”
“Renungan tentang orang tua” jawab Abang pendek
“lho kenapa?”
“bikin nangis” jawabnya acuh
Bunda tertegun. Duh? Touching banget!!

Bunda bersyukur Abang punya kesempatan ikut pesantren kilat, punya waktu buat merenung tentang orang tua, dalam kondisi jauh dari orang tua, no wonder..bikin nangis.
Tapi duh? Jangan sering pergi jauh sayang…Bunda senewen!
!